PagiPagi.id — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menambah satu nama besar di wilayah timur Indonesia. Petrus Kasihiw, mantan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Papua Barat Daya, resmi bergabung pada Senin, 19 Oktober 2026, dan langsung dipercaya memimpin DPW PSI Papua Barat.
Petrus bukan nama baru. Ia Bupati Teluk Bintuni dua periode dan pernah maju sebagai calon gubernur Papua Barat Daya pada Pilkada 2024, meski hanya finis di posisi kedua.
Alasan yang ia sebut sendiri cukup mengejutkan untuk perpindahan antarpartai: bukan tawaran jabatan, bukan janji program, melainkan sosok Joko Widodo.
APA YANG TERJADI
Kantor DPP PSI di Jakarta menjadi lokasi penyerahan jaket partai. Ketua Harian PSI Ahmad Ali memakaikannya langsung, disaksikan awak media, Senin (19/10/2026).
“Setelah mempertimbangkan banyak hal, terutama melihat figur Bapak Jokowi sebagai panutan, karena waktu itu beliau adalah presiden dan kami adalah bawahan beliau selaku bupati… saya tertarik dan ingin sekali mengikuti perjuangan beliau,” kata Petrus, dikutip Kompas.com.
Ia juga menyatakan sudah mengundurkan diri dari jabatan Ketua DPW NasDem Papua Barat Daya sebelum pindah. Dengan begitu, kursi yang ia tinggalkan di partai lama sudah kosong saat ia masuk PSI.
KONTEKS: KENAPA PERPINDAHAN INI DIHITUNG
Petrus bukan sekadar kader biasa. Rekam jejaknya tiga lapis: dua periode memimpin Teluk Bintuni, pengalaman bertarung di Pilgub 2024, dan pernah memimpin DPW partai yang menang di wilayah tersebut.
Ahmad Ali menyebut tiga hal itu terbuka di depan media. “Ada basis, ada pengalaman, ada pengetahuan, mantan pengurus partai pemenang di sana, dan mantan bupati,” katanya.
PSI sendiri bukan kekuatan utama di Papua. Karena itu target yang dipasang Ahmad Ali cukup spesifik: “setidak-tidaknya PSI di Papua Barat akan menjadi salah satu pimpinan DPR yang ada di sana” — maksudnya kursi pimpinan DPRD.
Menariknya, jalur perpindahan ini tidak lewat pendekatan formal partai. Petrus menyebut peran seorang perantara yang ia sebut “Bro Ben”, yang mempertemukannya dengan Ahmad Ali di kediaman Ali. Menurut Petrus, pertemuan itulah yang membuatnya menyatakan sikap.
DATA: REKAM JEJAK YANG BISA DIPERIKSA
- Dua periode Bupati Teluk Bintuni — jabatan eksekutif di kabupaten yang menjadi lokasi kilang gas Tangguh.
- Calon Gubernur Papua Barat Daya, Pilkada 2024 — bersama Abdul Faris Umlati yang diusung Partai Demokrat. Hasilnya posisi kedua.
- Ketua DPW NasDem Papua Barat Daya — jabatan yang ia tinggalkan sebelum bergabung ke PSI.
- Ketua DPW PSI Papua Barat — jabatan barunya, dipegang langsung tanpa proses kaderisasi bertingkat.
Perhatikan satu detail: ia kini memimpin DPW PSI Papua Barat, sementara jabatan lamanya di NasDem adalah DPW Papua Barat Daya. Dua provinsi berbeda. Sejumlah media menulis keduanya seolah satu wilayah yang sama — itu keliru dan perlu diluruskan.
BAGAIMANA MEDIA LAIN MEMBINGKAINYA
- CNN Indonesia menekankan mekanisme: siapa yang mengumumkan, kapan, dan bahwa Petrus mengaku menghubungi PSI lebih dulu — bukan dipinang.
- Kompas.com membingkai lewat sosok Jokowi. Satu judulnya menyebut “Terinspirasi Jokowi”, judul lain menyorot target kursi pimpinan DPRD.
- Suara.com memilih gaya lebih tajam: “Puji Jokowi Setinggi Langit” dan kata “loncat” untuk perpindahannya.
- JPNN menyorot jalur perantara “Bro Ben” dan peran Ahmad Ali sebagai penghubung.
- Papuanewsonline menambahkan komitmen Petrus membangun struktur partai dan merangkul kader di Papua Barat — sudut yang nyaris tidak muncul di media nasional.
Yang tidak disebut siapa pun: apa syarat yang disepakati sebelum Petrus masuk. Apakah ada jaminan pencalonan di Pilkada 2029, dan bagaimana statusnya di NasDem dicatat secara resmi. Media hanya melaporkan pernyataan kedua pihak.
ANGLE PAGIPAGI
Perpindahan kader antarpartai biasanya dibaca sebagai soal loyalitas. Kasus ini lebih tepat dibaca sebagai soal aset politik.
Partai di Indonesia kekurangan figur dengan rekam jejak eksekutif yang teruji di daerah. Kader yang pernah dua periode memimpin kabupaten, lalu bertarung di pilgub, punya sesuatu yang tidak bisa dibeli partai baru: basis pemilih yang sudah terbentuk.
Karena itu, kursi ketua DPW tanpa proses panjang bukan anomali. Itu transaksi yang wajar: partai butuh basis, figur butuh kendaraan. Pertanyaannya bergeser — kalau PSI menargetkan kursi pimpinan DPRD Papua Barat, apakah satu figur cukup? Kursi pimpinan DPRD ditentukan perolehan kursi partai, bukan popularitas individunya.
KENAPA INI PENTING
Papua Barat dan Papua Barat Daya punya dinamika politik lokal yang jarang masuk liputan nasional. Ketika seorang mantan bupati berpindah partai dan langsung memimpin DPW, itu mengubah peta perebutan kursi di tingkat kabupaten dan provinsi — bukan hanya daftar pengurus partai.
SUMBER DAN VALIDASI
Keterangan Petrus Kasihiw dan Ahmad Ali berasal dari pernyataan di kantor DPP PSI, Jakarta, 19 Oktober 2026, dikutip lima media berbeda: CNN Indonesia, Kompas.com, Suara.com, JPNN, dan Papuanewsonline. Riwayat jabatan (Bupati Teluk Bintuni dua periode, calon gubernur Papua Barat Daya 2024) tercatat di Kompas.com dan profil ANTARA 2024.
Belum terkonfirmasi: situs resmi PSI balas 403 dari server kami, sehingga pernyataan diverifikasi pada tingkat kutipan pejabat partai di media. Tidak ada dokumen yang menjelaskan syarat politik perpindahan ini.
KESIMPULAN
Satu kader, satu jaket, satu jabatan DPW. Yang tampak sederhana ini sebenarnya soal perhitungan elektoral di wilayah timur: PSI mencari basis, dan Petrus Kasihiw membawa basis itu. Apakah hitungannya tepat, baru terlihat saat kotak suara dibuka.
Baca juga
- Prabowo Minta KSP Listyo Kawal Program Prioritas: Yang Diminta Bukan Menjalankan, Tapi Mengawasi
- Apple Gandeng LG Bikin Perangkat Rumah Pintar, Tapi Dijual Pakai Merek LG
- Pasal ‘Gibran Banget’ di PKPU: MK Sudah Menutup, Tapi Pertanyaannya Belum Selesai
- Wajib Halal 18 Oktober 2026: yang Berubah Bukan Cuma Label, tapi Pintu Izin Edar
- Amazon Janji Rp18 Triliun untuk Warga Sekitar Data Center, Tapi Bukan Keluhan Listrik yang Dijawab
Jejak sumber berita
- [1] CNN Indonesia — 'PSI Umumkan Kader Baru Eks Ketua DPW NasDem Papua Barat Daya' (19 Okt 2026) — framing: mekanisme pengumuman, Petrus menghubungi PSI lebih dulu, bukan dipinang https://www.cnnindonesia.com/nasional/20261019234959-32-1417288/psi-umumkan-kader-baru-eks-ketua-dpw-nasdem-papua-barat-daya
- [2] Kompas.com — 'Petrus Kasihiw Gabung PSI, Targetkan Partai Masuk Pimpinan DPRD Papua Barat' (19 Okt 2026) — framing: target kursi pimpinan DPRD + kutipan 'ada basis, ada pengalaman' https://nasional.kompas.com/read/2026/10/19/16495831/petrus-kasihiw-gabung-psi-targetkan-partai-masuk-pimpinan-dprd-papua-barat
- [3] Kompas.com — 'Terinspirasi Jokowi, Alasan Petrus Kasihiw Tinggalkan Nasdem dan Berlabuh ke PSI' (19 Okt 2026) — framing: motif figur Jokowi + peran perantara 'Bro Ben' https://nasional.kompas.com/read/2026/10/19/16305001/terinspirasi-jokowi-alasan-petrus-kasihiw-tinggalkan-nasdem-dan-berlabuh-ke
- [4] Suara.com — 'Puji Jokowi Setinggi Langit, Eks Ketua NasDem Papua Barat Daya Petrus Kasihiw Resmi Loncat ke PSI' (19 Okt 2026) — framing: gaya tajam, 'loncat', penekanan pujian ke Jokowi https://www.suara.com/news/2026/10/19/151927/puji-jokowi-setinggi-langit-eks-ketua-nasdem-papua-barat-daya-petrus-kasihiw-resmi-loncat-ke-psi
- [5] JPNN — 'Terpikat Figur Jokowi, Eks Ketua NasDem Papua Barat Daya Pilih Berlabuh ke PSI' (19 Okt 2026) — framing: jalur perantara 'Bro Ben' dan peran Ahmad Ali https://www.jpnn.com/news/terpikat-figur-jokowi-eks-ketua-nasdem-papua-barat-daya-berlabuh-ke-psi
- [6] Papuanewsonline — 'Petrus Kasihiw Resmi gabung PSI: Saya Mengikuti Perjuangan Bapak Jokowi' (19 Okt 2026) — framing: komitmen membangun struktur partai di Papua Barat, sudut yang nyaris tidak ada di media nasional https://www.papuanewsonline.com/petrus-kasihiw-resmi-gabung-psi-saya-mengikuti-perjuangan-bapak-jokowi-
- [7] ANTARA — 'Profil Petrus Kasihiw, Cawagub PBD mendampingi Abdul Faris Umlati' (25 Jul 2024) — framing: riwayat jabatan dan pencalonan Pilkada Papua Barat Daya 2024 https://www.antaranews.com/berita/4319395/profil-petrus-kasihiw-cawagub-pbd-mendampingi-abdul-faris-umlati
Artikel disusun dengan bantuan AI untuk pemetaan isu, pemetaan klaim antar media, dan penyusunan draft. Seluruh fakta faktual berasal dari pernyataan langsung di acara partai yang dikutip lima media berbeda dan diperiksa silang. Keputusan terbit, pertimbangan etis, dan tanggung jawab isi tetap di tangan editor manusia. Foto utama adalah ILUSTRASI AI, bukan dokumentasi peristiwa.


