Qualcomm meluncurkan dua chip flagship sekaligus: Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Keduanya dibuat dengan proses produksi 2 nanometer, hal baru bagi Qualcomm. Tapi yang paling penting bukan angka spesifikasinya, melainkan alasan perusahaan memilih menjual dua versi chip sekaligus.
Pengumuman itu disampaikan di ajang Snapdragon Summit 2026, Selasa (22/9). Di hari yang sama, Motorola mengumumkan ponsel pertama yang memakai versi Extreme, yaitu Motorola Signature 27.
Apa yang diumumkan Qualcomm
Kedua chip memakai nama Snapdragon 8 Elite Gen 6. Bedanya, satu versi biasa dan satu versi “Extreme” yang lebih mahal dan lebih mampu. Keduanya dibangun pada proses 2 nanometer milik TSMC, dan sama-sama memakai CPU Oryon delapan inti: dua inti utama hingga 5 GHz serta enam inti performa hingga 4 GHz.
Versi Extreme menambahkan beberapa hal. Ia bisa menjalankan model AI dengan lebih dari 30 miliar parameter langsung di ponsel. Ia juga mendukung perekaman video 8K 60 fps dan slow motion 4K hingga 240 fps, punya memori performa tinggi 18 MB, serta mendukung kodek video APV dan VVC.
Versi biasa tidak kehilangan banyak. Menurut Qualcomm, keduanya berbagi modem X105 5G, dukungan Wi-Fi 8 dan Bluetooth 6, spesifikasi layar, fitur keamanan, serta dukungan memori dan penyimpanan. Perbedaan performa CPU keduanya bahkan tidak diumumkan secara rinci.
Kenapa dua versi, bukan satu
Ini bagian yang tidak dibahas panjang di pemberitaan. Qualcomm memutuskan memecah chip flagshipnya menjadi dua kelas justru saat pasar ponsel sedang tidak sehat.
Menurut riset Counterpoint Research yang dikutip CNBC, pasar ponsel global diperkirakan menyusut sekitar 14 persen dalam jumlah unit pada 2026, dan bisa turun lagi sekitar 1 persen pada 2027. Penyebabnya antara lain kelangkaan memori yang membuat biaya produksi ponsel naik.
Dengan dua tingkat chip, merek ponsel tidak harus memakai chip termahal untuk semua model kelas atas. Ada versi “cukup flagship” yang lebih murah, dan versi Extreme untuk ponsel paling mahal. Qualcomm sendiri menyebut ini sebagai “strategi multi-flagship”.
CEO Qualcomm Cristiano Amon mengatakan perusahaan sedang berpindah dari model yang berpusat pada ponsel ke model yang berpusat pada agen AI. Artinya, ponsel diposisikan sebagai pusat yang menjalankan asisten AI, bukan sekadar alat komunikasi.
Data dan fakta pendukung
Qualcomm menyebut chip ini akan dipakai merek-merek besar: HONOR, iQOO, Motorola, OnePlus, OPPO, REDMI, RedMagic, vivo, dan Xiaomi. Motorola Signature 27 menjadi perangkat pertama yang dikonfirmasi memakai versi Extreme, dengan ketersediaan umum “suatu waktu tahun ini”.
Versi Extreme diklaim mampu menjalankan model AI campuran (mixture-of-experts) 30 miliar parameter di perangkat. GPU Adreno-nya juga mendapat fitur bernama Adreno Neural Fusion, yang memakai AI untuk meningkatkan kualitas grafis dan laju gambar saat bermain gim.
Bagaimana media lain membingkainya
- Media teknologi asing (The Verge, Engadget) fokus pada perbandingan dua chip: mana yang lebih cepat, dan ironisnya seberapa sedikit perbedaannya sehingga konsumen sulit membedakan.
- TechCrunch fokus ke sisi AI: chip ini disebut memperbaiki personalisasi agen AI di ponsel.
- CNBC adalah yang paling berbeda. Ia mengangkat konteks bisnis: kelangkaan memori dan prediksi pasar ponsel yang menyusut 14 persen. Ini konteks yang tidak muncul di pemberitaan lain.
- Gizmochina memilih fokus ke Motorola Signature 27: desain kamera, sensor 200 MP Sony LYTIA, dan audio “by Bang & Olufsen”.
- Media Indonesia (ANTARA, VOI, topik.id dll.) lebih banyak memberitakan bocoran jelang peluncuran — nama chip, skor Geekbench, dan ponsel mana yang akan memakainya — dibanding isi resmi pengumumannya.
Yang tidak disebut salah satu pihak: hampir tidak ada yang membahas bagaimana dua versi chip ini akan memengaruhi harga jual ponsel di pasar seperti Indonesia.
Angle PagiPagi
Peluncuran ini bukan sekadar berita spesifikasi. Ini sinyal bahwa industri ponsel sedang menyesuaikan diri dengan pasar yang menyusut dan biaya komponen yang naik. Cara menyesuaikannya: memecah produk termahal menjadi dua kelas harga.
Untuk pembaca di Indonesia, pertanyaan yang layak ditunggu bukan “berapa skor benchmark-nya”, tapi “ponsel kelas mana yang akhirnya masuk ke sini, dan dengan harga berapa”.
Kenapa ini penting
Sembilan merek Android besar sudah masuk daftar pemakai chip ini: HONOR, iQOO, Motorola, OnePlus, OPPO, REDMI, RedMagic, vivo, dan Xiaomi. Kalau produsen memilih versi biasa untuk pasar Indonesia dan versi Extreme untuk pasar lain, pembeli di sini berhak tahu bedanya. Dan itu hanya akan terlihat dari daftar spesifikasi resmi saat ponselnya dijual, bukan dari iklan.
Sumber dan validasi
Artikel ini disusun dari siaran pers resmi Qualcomm dan lima pemberitaan media berbeda. Sumber primer berupa siaran pers Qualcomm dilansir dari laman resminya. Klaim angka pasar (penyusutan 14 persen) berasal dari Counterpoint Research lewat CNBC, bukan dari Qualcomm. Detail harga dan ketersediaan resmi di Indonesia belum diumumkan siapa pun, jadi tidak ditulis di sini.
Catatan: qualcomm.com menampilkan isi halamannya lewat JavaScript, sehingga siaran persnya dibaca melalui layanan pembaca teks. Isinya dicocokkan dengan kutipan sejumlah media dan konsisten.
Kesimpulan
Qualcomm kini punya dua chip flagship, bukan satu. Bagi pembeli, artinya label “Snapdragon 8 Elite Gen 6” saja tidak lagi cukup — versi mana yang dipakai akan menentukan harga dan kemampuan ponsel. Bagi pasar, artinya industri sedang bersiap menghadapi tahun yang lebih ketat.
Jejak sumber berita
- [1] Qualcomm — 'Snapdragon Leads the Agentic AI Age with Two of the World's Fastest Mobile SoCs' (22 Sep 2026) — sumber primer: siaran pers resmi, memuat daftar OEM pemakai chip (HONOR, iQOO, Motorola, OnePlus, OPPO, REDMI, RedMagic, vivo, Xiaomi) — https://www.qualcomm.com/news/releases/2026/09/snapdragon-leads-the-agentic-ai-age-with-two-of-the-world-s-fast
- [2] CNBC — 'Qualcomm releases Android chip built for AI amid memory shortage' (22 Sep 2026) — framing bisnis: penyusutan pasar ponsel 14 persen versi Counterpoint Research dan kelangkaan memori; satu-satunya yang mengangkat konteks pasar — https://www.cnbc.com/2026/09/22/qualcomm-releases-android-chip-built-for-ai-amid-memory-shortage.html
- [3] The Verge — 'Qualcomm's Snapdragon 8 Elite Gen 6 comes in an Extreme version too' (22 Sep 2026) — framing perbandingan dua chip, menekankan bedanya kecil — https://www.theverge.com/gadgets/998842/qualcomm-snapdragon-8-elite-extreme-gen-6
- [4] Engadget — 'Qualcomm is making not one but two versions of its flagship Snapdragon 8 Elite Gen 6 chip' (22 Sep 2026) — framing spesifikasi rinci: NPU, kamera 320 MP, modem X105, Wi-Fi 8 — https://www.engadget.com/2265628/qualcomm-is-making-not-one-but-two-versions-of-its-flagship-snapdragon-8-elite-gen-6-ch
- [5] TechCrunch — 'Qualcomm launches two new smartphone chips with emphasis on AI' (22 Sep 2026) — framing AI: chip sebagai penopang agen AI, plus pengumuman Motorola Signature 27 — https://techcrunch.com/2026/09/22/qualcomm-launches-two-new-smartphone-chips-with-emphasis-on-ai/
- [6] The Verge — 'Motorola's wild-looking Signature 27 runs Qualcomm's new Extreme chipset' (22 Sep 2026) — framing perangkat: ponsel pertama pemakai versi Extreme — https://www.theverge.com/tech/998844/motorola-signature-27-specs-snapdragon-8-elite-extreme-gen-6
- [7] Gizmochina — 'Motorola Signature 27 teasers reveals unique camera layout, 200MP LYTIA sensor' (22 Sep 2026) — framing perangkat: sensor 200 MP Sony LYTIA 901 dan audio Bang & Olufsen — https://www.gizmochina.com/2026/09/22/motorola-signature-27-teasers-reveals-unique-camera-layout-200mp-lytia-sensor-audio-by-bang-olufsen/
AI digunakan untuk membantu pemetaan isu, riset awal, dan penyusunan draft; fakta diperiksa dari siaran pers resmi Qualcomm dan lima pemberitaan media berbeda sebelum artikel ini disimpan sebagai draft. Foto pada artikel ini adalah ILUSTRASI AI (bukan dokumentasi peristiwa apa pun), dibuat untuk menggambarkan chip pada papan sirkuit secara tematik.


