Apple Diminta Bayar US$5,7 Miliar soal Getaran iPhone dan Apple Watch
Juri federal di San Diego, Amerika Serikat, memutuskan Apple harus membayar lebih dari US$5,7 miliar kepada Taction Technology. Perkaranya soal teknologi getaran yang dipakai di iPhone dan Apple Watch.
Angka persisnya US$5.721.961.750, seperti tertera di formulir putusan yang dibaca AppleInsider. Kalau dikonversi dengan kurs sekitar Rp18.000 per dolar AS — ini perkiraan, bukan angka resmi — nilainya sekitar Rp103 triliun.
Apple sudah menyatakan tidak setuju dan akan banding. Artinya angka itu belum dibayar, dan belum jadi angka final.
Yang Dipersoalkan: Getaran di Balik Tombol
Setiap kali kita menekan tombol di layar dan merasakan ada “balasan” getaran halus, di situlah komponen bernama Taptic Engine bekerja. Fungsinya memberi tahu pengguna bahwa sentuhan berhasil diterima.
Taction Technology, perusahaan asal San Diego, menggugat Apple pada April 2021. Taction berpendapat Apple memakai teknologi getarannya tanpa lisensi.
Dua paten yang jadi sengketa adalah US Patent Nomor 10.659.885 dan 10.820.117, keduanya terbit pada 2020. Isinya soal cara menghasilkan getaran yang bisa dirasakan kulit. Apple dianggap memakai itu di iPhone dan Apple Watch.
Jalannya berliku. Pada Agustus 2023 hakim pengadilan distrik memenangkan Apple. Pada Agustus 2025 pengadilan banding federal membatalkan putusan itu dan mengembalikan perkara ke pengadilan tingkat pertama.
Apa yang Diputus Juri
Juri menyimpulkan Apple melanggar dua klaim di satu paten dan satu klaim di paten lainnya. Tapi juri juga menilai pelanggaran itu tidak dilakukan secara sengaja.
Perbedaan ini penting. Kalau pelanggaran dinilai sengaja, penggugat bisa meminta tambahan ganti rugi. Karena tidak, angka US$5,7 miliar berdiri sendiri tanpa hukuman tambahan.
Kuasa hukum Taction, Lance Yang, menyebut kliennya menunggu lima setengah tahun untuk sampai ke persidangan. Apple, lewat pernyataannya ke CNBC, menyebut Taptic Engine “secara mendasar berbeda” dari teknologi Taction dan berjanji mengajukan banding.
Angka Rekor, Tapi Belum Selesai
Beberapa media menyebut ini vonis paten terbesar dalam sejarah Amerika Serikat. Engadget menyebut angkanya melampaui perkara Intel yang nilainya sekitar US$3 miliar. Cord Cutters News mengutip Law360 untuk klaim serupa.
Yang belum dibereskan: dasar penghitungan angkanya. Tidak ada media yang bisa menjelaskan bagaimana angka US$5,7 miliar itu dihitung — apakah dari kerugian, royalti yang seharusnya dibayar, atau kombinasi keduanya.
Ada juga detail yang dilaporkan berbeda. CNBC menulis juri berjumlah tujuh orang. Cord Cutters News menulis sembilan orang. Keduanya menyebut persidangan dimulai 14 September dan juri berdiskusi sekitar dua hari.
Kepada beberapa media, Apple juga menyebut Taction “tidak berhak atas ganti rugi apa pun”. Perkara ini masih menyisakan dua tahap: gugatan pasca-putusan di pengadilan yang sama, dan banding.
Bagaimana Media Lain Membingkainya
- CNBC fokus pada pernyataan resmi kedua pihak serta kronologi sidang: tanggal mulai sidang, jumlah juri, dan jam putusan dibacakan.
- Engadget memakai sudut “kalah rekor” dan membandingkannya dengan dua perkara paten Apple sebelumnya: Immersion (selesai dengan kesepakatan damai) dan Masimo (US$634 juta).
- The Verge menyorot nomor paten yang dipersengketakan dan mengutip detail teknis dari CNBC.
- AppleInsider paling rinci soal isi putusan: hasil tiap pertanyaan di formulir juri, termasuk nilai ganti rugi per digit.
- Cord Cutters News menelusuri perjalanan hukumnya paling jauh — dari sengketa tafsir istilah teknis di paten sampai putusan banding 2025.
- American Bazaar menyorot dampaknya bagi lini produk Apple yang memang bergantung pada teknologi getaran.
Yang hampir tidak dibahas siapa pun: kapan Apple harus mulai membayar, dan apa yang terjadi kalau banding dikabulkan. Itu wajar — keduanya memang belum bisa dijawab hari ini.
Angle PagiPagi
Vonis ini bukan berita soal fitur yang akan hilang dari ponsel. Yang lebih berguna dipahami adalah posisinya dalam rantai keputusan: putusan juri di pengadilan tingkat pertama bukan kata akhir.
Putusan pengadilan banding federal tahun 2025 sudah pernah membalikkan hasil di pengadilan yang sama. Kali ini arahnya bisa berbalik lagi. Bagi pembaca, itu jawaban kenapa angka triliunan sering muncul lebih dari sekali di berita sebelum benar-benar dibayar.
Kenapa Ini Penting
Sengketa ini menunjukkan bahwa komponen kecil yang jarang disadari pengguna bisa jadi objek sengketa bernilai besar. Teknologi getaran sudah dipakai hampir di semua perangkat, dari ponsel sampai jam tangan.
Konsekuensi praktisnya bukan Apple langsung menaikkan harga. Tapi biaya litigasi dan lisensi paten masuk ke hitungan perusahaan sebelum produk dirancang dan dijual.
Kesimpulan
Pada 26 September 2026, juri federal di San Diego menyatakan Apple melanggar dua paten Taction dan menetapkan ganti rugi US$5,7 miliar. Apple akan banding, dan pelanggaran dinilai tidak disengaja. Sampai banding diputus, angka itu berstatus tuntutan yang dikabulkan di tingkat pertama — bukan pembayaran final. PagiPagi akan memperbarui begitu putusan tahap berikutnya keluar.
Baca juga
- Bocoran dari Kode Apple Sendiri: iPad mini 8, HomePod mini 2, dan Apple TV 4K Baru
- Apple Perketat Izin ‘Kunci Induk’ di Mac, Pemicunya Agen AI yang Makin Bebas
- Apple Gandeng LG Bikin Perangkat Rumah Pintar, Tapi Dijual Pakai Merek LG
- Anthropic Bayar US$11,6 Miliar ke Akamai: Kontrak Terbesar, dan Pola Baru di Bisnis AI
- Gugatan di MK soal Ijazah Gibran: Ada Tuntutan Prabowo Cari 2 Cawapres Pengganti
Jejak sumber berita
- [1] Siaran/putusan pengadilan (via AppleInsider) — 'Apple owes Taction $5.7B after losing haptic feedback IP trial' (26 Sep 2026) — framing: mengutip isi formulir putusan, termasuk nilai ganti rugi per digit US$5.721.961.750 dan tidak adanya temuan pelanggaran yang disengaja — https://appleinsider.com/articles/26/09/26/apple-owes-taction-57b-after-losing-haptic-feedback-ip-trial
- [2] CNBC — 'Apple faces $5.7 billion patent infringement verdict over iPhone and Apple Watch haptics' (26 Sep 2026) — framing: pernyataan resmi Apple dan kuasa hukum Taction, plus kronologi sidang (mulai 14 September, jumlah juri, jam putusan) — https://www.cnbc.com/2026/09/26/apple-taction-technology-patent-infringement-verdict.html
- [3] Engadget — 'Apple hit with a $5.7 billion verdict for alleged patent infringement' (26 Sep 2026) — framing: sudut 'kalah rekor' dan pembanding perkara paten Apple lain (Immersion, Masimo US$634 juta) — https://www.engadget.com/2269826/apple-hit-with-a-57-billion-verdict-for-alleged-patent-infringement/
- [4] The Verge — 'Apple hit with $5.7 billion in damages over haptic patents' (26 Sep 2026) — framing: nomor paten yang dipersengketakan dan penjelasan teknis fungsi Taptic Engine — https://www.theverge.com/tech/1001118/apple-hit-with-5-7-billion-in-damages-over-haptic-patents
- [5] Cord Cutters News — 'Apple Just Lost the Biggest Patent Case in U.S. History & Must Pay $5.7 Billion' (25 Sep 2026) — framing: jalur hukum terdalam (konstruksi klaim, putusan 2023, pembalikan Federal Circuit 2025) dan mengutip Law360 untuk klaim vonis terbesar — https://cordcuttersnews.com/apple-just-lost-the-biggest-patent-case-in-u-s-history-must-pay-5-7-billion/
- [6] The American Bazaar — 'Apple hit with $5.7 billion verdict over iPhone and Apple Watch haptic technology' (26 Sep 2026) — framing: dampak putusan bagi lini produk Apple yang bergantung pada teknologi getaran — https://americanbazaaronline.com/2026/09/26/apple-hit-with-5-7-billion-verdict-over-iphone-and-apple-watch-haptic-technology-488878/
AI digunakan untuk membantu pemetaan isu, riset awal, perbandingan pemberitaan, dan penyusunan draft. Seluruh angka dan kutipan diperiksa manual terhadap sumber yang tercantum di kotak jejak sumber, dan keputusan terbit di tangan editor manusia. Foto pada artikel ini adalah ILUSTRASI buatan AI, bukan dokumentasi peristiwa atau hasil pengujian.


